Prosedur dan Upaya Mencegah Pencemaran Laut

0
101
views
sumber: google.co.id

Mencegah pencemaran laut adalah hal yang paling penting dilakukan oleh para penumpang awak kapal. Pencemaran dari kapal adalah kerusakan yang terjadi di laut akibat tumpah dan keluarnya bahan. Misalnya seperti minyak, kotoran, dan sampah dari kapal.
Inilah prosedur dan upaya mencegah pencemaran laut
Pencegahan pencemaran laut ini wajib dilakukan oleh nakhoda dan kesadaran dari awal kapal sendiri. Berdasarkan dari ISM-Code bahwa kapal wajib menjaga keselamatan lingkungan. Tujuannya agar lingkungan tak tercemar dengan metode mengikuti beberapa prosedur.
Berikut adalah prosedur-prosedur metode mencegah pencemaran laut:

  1. Sampah
    Berdasarkan ketetapan yang sudah ditetapi oleh metode manajemen keselamatan apabila sampah dan limbah di kapal wajib dikelola. Caranya adalah dengan memilah sampah-sampah tersebut. Misalnya sampah kering, sampah berair, dan sampah berminyak.
    Bahkan variasi-variasi sampah yang ingin dibuang ke laut juga wajib diamati. Misalnya dalam bentuk apa dan seberapa jauh jarak pembuangan dari pantai. Intinya prosedur pembuangan sampah ini wajib mengikuti prosedur Annex V Marpol.
    Salah satu sampah yang tak boleh dibuang ke laut adalah plastik. Seandainya ingin dibuang, sampah plastik wajib disimpan dan diserahkan ke penerima di darat nantinya. Bahkan wajib dibakar secara khusus dulu, dan barulah abunya dapat dibuang.
    Tidak hanya itu, seluruh aktivitas pembuangan dan pengelolaan sampah yang terjadi di atas kapal wajib dicatat ke dalam buku Record Book. Anda wajib tahu informasi penting ini sebelum mengajukan lamaran di lowker pelaut.
  2. Kotoran
    Untuk prosedur pembuangan kotoran di atas kapal wajib mengikuti prosedur Annex IV Marpol. Prosedur tersebut berisi apabila selama kapal di pelabuhan, limbah akan dikumpulkan ke tanki penampung secara khusus dulu. Nantinya limbah dan kotoran yang terkumpul di tangki boleh dibuang saat kapal sudah berlayar. Dengan tata tertib minimal 4 mil dari darat.
  3. Minyak
    Got kamar mesin terbukti mengandung minyak. Sehingga pembuangannya hanya diperkenankan apabila memenuhi syarat dan prosedur Annex 1 Marpol.
    Persyaratannya adalah air got kamar boleh dibuang setelah mengikuti pelaksanaan oily water separator. Seandainya lolos, nantinya pembuangan wajib dilakukan dengan posisi minimal kapan 12 mil dari pantai.
    Seandainya pembuangan minyak ini tak mengikuti prosedur di atas. Maka ekosistem dan biota laut akan terkena akibat langsung. Sehingga ikan-ikan mati, terumbu karang rusak, dan nelayan mengalami rugi besar.
    Terutamanya lagi apabila minyak akan menyebar, jadinya luas wilayah yang terpapar akan kian melebar. Sehingga kian luas pula lingkungan laut yang tercemar. Tentunya akan kian besar pula kerugian yang dialami oleh nelayan.
    Tumpahan minyak kapal tak hanya disebabkan oleh got kamar. Bahkan ada beberapa kemungkinan yang dapat menyebabkan minyak tumpah. Misalnya overflow saat bungker, selang bungker pecah, dan lambung kapal robek akibat tersangkut di karang.
    Jadi itulah tadi prosedur upaya mencegah pencemaran laut. Tertarik menjadi pelaut? Seandainya iya kamu dapat mengajukan lamaran di beberapa lowongan yang tersebar di Indonesia.

Sumber: jobpelaut.com