Kapal Tradisional Indonesia yang Menjadi Cikal Bakal Kapal Modern

0
100
views
sumber: google.co.id

Sebelum adanya kapal modern yang berlayar masa sekarang tentunya ada kapal tradisional Indonesia yang menjadi permulaan awalnya. Kapal-kapal tradisional ini hingga sekarang malah masih ada yang beberapa diaplikasikan, beberapa lagi dimuseumkan untuk contoh pembelajaran mengenai kapal tradisional yang diaplikasikan di masa lalu. Sebagian kapal tradisional hal yang demikian dijelaskan di bawah ini.
Sebagian contoh kapal tradisional Indonesia

  1. Sandeq
    Kapal pertama yang perlu dikenal merupakan Sandeq, untuk menemuinya kapal ini berada di wilayah pesisir Pantai Sulawesi Barat. Selain membikin kapal ini unik merupakan formatnya yang ramping dengan memanfaatkan daya kerja angin dengan layar sebagai pelopornya. Awal itu pembuatan dari kapal ini juga masih cukup lekat maknanya.
    Bentuk mula wujud Sandeq ini merupakan dari perahu milik Suku Mandar yang bernama Pakur. Wujudnya awalnya juga memiliki cadik dengan ukuran besaran dan terbilang cukup kasar. Barulah seiring berjalannya waktu kapal hal yang demikian berkembang menjadi Sandeq dengan kecepatan yang optimal pada sejarahnya.
  2. Kora-Kora
    Salah satu tugas pelaut merupakan tidak meninggalkan sejarah perkembangan kapal tradisional yang pernah ada di Indonesia. Kapal tradisional kedua yang perlu dikenal merupakan Kora-Kora. Dahulunya kapal ini diaplikasikan oleh penduduk Maluku dalam perjalanan perang yang cukup jauh.
    Tak cukup pelbagai variasi ukurannya dari yang paling kecil hingga yang terbesar sekalipun. Ukuran yang pelbagai variasi ini dibuat bukan tanpa alasan dimana untuk yang besar umumnya sebagai beban perang. Sementara untuk yang kecil hanya untuk alat transportasi dari pulau ke pulau.
    Terdapat tempat khusus untuk pengayuh yang berasal dari kayu umumnya ditempatkan di atasnya cadik. Sementara untuk bagian tengahnya sendiri berisi atap yang cukup kuat sebagai tempat perlindungan. Kapal ini cukup berjasa untuk rakyat Maluku sehingga keberadaannya senantiasa diperingati dengan sebutan Festival Kora-Kora.
  3. Pinisi
    Sebelum berniat untuk memasuki salah satu lowker pelaut maka lebih bagus belajar lagi mengenai sejarah kapal tradisional. Pun bisa diabaikan bahwa keberadaan kapal-kapal jadul ini merupakan pelopor adanya kapal masa sekarang yang cukup kuat dengan ukuran yang tepat sesuai dengan fungsinya.
    Kapal selanjutnya ini merupakan milik Suku Makassar dan Bugis. Kapal ini cukup tua keberadaannya merupakan dari tahun 1500 lalu. Kapal ini juga merupakan saksi bisu tonggak sejarah para pelaut hebat yang ada di nusantara. Hanya tiap-tiap bagian dari kapal ini memiliki makna yang cukup mendalam.
    Kapal Pinisi pertama kali dibuat oleh putra mahkota dari Kerajaan Luwu dengan tujuan layar pertama merupakan menuju Tiongkok. saja dalam perjalanannya kapal ini diterpa oleh ombak yang cukup besar sehingga kapal hal yang demikian terpecah menjadi tiga buah dan tersebar ke Bira, Ara dan Tanah Lemo.
    Itulah permulaan mula terbentuknya kapal yang dikasih nama Pinisi ini karena berdasarkan sejarah bagian yang sudah terpisah hal yang demikian sukses disatukan kembali menjadi satuan kapal yang utuh.
    Itulah beberapa variasi kapal tradisional Indonesia yang perlu dikenal oleh pelaut masa sekarang.

Sumber: jobpelaut.com