Wisata Religi Air Mata Ibu Madura yang Suci dan Keramat

0
52
views
sumber: google.co.id

Tamasya religi Air Mata Ibu Madura memang cuma satu dari sekian banyak obyek tamasya religi yang menarik atensi para wisatawan. Meskipun demikian, daerah tamasya ini tak pernah membosankan untuk dikunjungi. Ada banyak sejarah yang tersimpan yang senantiasa menyenangkan untuk dikulik dan dicari tahu lebih lanjut.
Dikala menapaki kaki di wilayah tamasya ini, kita dapat segera memperhatikan deretan si kecil tangga yang menjadi media perjalanan untuk mendekati rumit tamasya. Infonya, makam ini adalah makam dari Syarifah Ambami yang adalah Ratu dan istri dari Raden Praseno.
Sejarah Makam Air Mata Ibu
Raden Praseno atau Cakraningrat 1 adalah Raja Kerajaan Mataram yang diberi mandat oleh Sultan Agung Mataram untuk memimpin wilayah Madura. Sebab senantiasa sibuk bertugas, Cakraningrat senantiasa meninggalkan Syarifah Ambani seorang diri.
Hasilnya untuk menghilangkan kegelisahan dan rasa sepinya, Syarifah Ambani memastikan untuk pergi bertapa. Dalam pertapaannya, beliau minta pada Yang agar tujuh keturunannnya dapat sukses dan diangkat menjadi penguasa Madura.
Sayangnya, Raja Cakraningrat yang mendengar perkataan Syarifah Ambani merasa betul-betul kecewa. Merasa bersalah sebab sudah mengecewakan suaminya, Syarifah Ambani memastikan untuk kembali bertapa. Dan selama masa pertapaannya hal yang demikian, Syarifah terus menangis sampai daerah pertapaannya dibanjiri dengan air matanya sendiri. Dan kemudian beliau malahan wafat lalu dimakamkan di daerah pertapaannya.
Menurut sejarah hal yang demikian, masyarakat menganggap daerah tamasya sekalian makam Ratu Ibu Madura Bangkalan ini mempunyai skor magis. Konon, mereka yang minum air dari Air Mata Ibu Madura akan menerima kebarokahan.
Fasilitas di tamasya religi Air Mata Ibu Madura
Daerah ini sayangnya tak menyediakan banyak fasilitas. Mengingat zona tamasya memang dianggap suci dan keramat bagi penduduk Madura. Walaupun semacam itu, para pengunjung masih diperkenankan untuk mengambil foto selfie malahan foto dari rumit pemakaman.
Tetapi, regulasi tak tertulis yang terasa di wilayah tamasya ini betul-betul ketat. Para pengunjung disarankan untuk dapat membawa diri dan bersikap sopan.
Tarif karcis Masuk
Jika yang membedakan antara daerah tamasya religi Madura ini dengan daerah tamasya lainnya yaitu biaya karcis masuk. Untuk dapat masuk ke wilayah tamasya ini, pengunjung tak perlu membayar sepeser malahan. Adapun jam buka Makam Air Mata Ibu Madura, di mulai semenjak pukul 08.00 pagi sampai 16.00 petang.
Sekiranya berencana untuk melanjutkan tamasya religi ke daerah ini, lakukan di petang hari atau pagi hari. Pengunjung yang datang, seharusnya meniru regulasi yang ada. Usahakan untuk tak mengobrol kasar ataupun bising malahan mengenakan baju yang tak sopan ketika berkunjung.
Itulah isu menarik mengenai tamasya religi Air Mata Ibu Madura. Sekiranya berminat untuk memandangnya, silakan kunjungi ketika berwisata ke Madura. Tetapi, usahakan untuk senantiasa mengingat nilai-nilai penting yang sudah diceritakan di atas agar tak mengganggu ketertiban selama berkunjung di sana.

Sumber: hariliburnasional.com