5 Masalah yang Sering Ditemui Pada AC Chiller Industri

0
125
views
sumber: google.co.id

AC chiller industri yaitu mesin berteknologi mutakhir yang menolong manusia meringankan profesi mereka. Tanpa chiller, cara kerja pendinginan ruangan tak akan berjalan lancar. Walaupun, temperatur dingin benar-benar sungguh-sungguh diperlukan untuk menjaga kwalitas suatu barang. Sayangnya acap kali kali ada sebagian dilema yang dijumpai pada chiller industri seperti berikut ini.
Daftar dilema yang acap kali ditemukan pada AC chiller industri

  1. Temperatur Penguapan Chiller Rendah
    Anda yang tak familier dengan operasional chiller, mungkin kurang familier dengan perangkat hal yang demikian. Walaupun chiller hadir di sekitar kita dan dimanfaatkan untuk bermacam-macam kesibukan produksi.
    Tahukah Anda, sekiranya salah satu penyebab chiller industri tak sanggup berprofesi normal sebab temperatur penguapan rendah? Segera, berapa derajat temperatur penguapan yang normal untuk satu perangkat chiller?
    Perangkat chiller normalnya memerlukan temperatur penguapan 5-10 derajat lebih kecil dari temperatur keluaran. Otomatis sekiranya derajatnya lebih rendah dari itu karenanya bobot chiller kian besar dicontoh dengan lonjakan tenaga.
  2. Chiller Kekurangan Flour
    Kegagalan operasional AC Chiller juga disebabkan oleh kurangnya tekanan pengatur rendah. Situasi ini mengakibatkan katup ekspansi chiller tak bisa berprofesi secara normal. Sementara, katup ekspansi memerlukan stimulan positif untuk bisa mengalirkan udara.
  3. Knalpot Chiller Over Heating
    Ada banyak sekali dilema yang teknisi dapatkan dikala merawat chiller tak terkecuali keadaan knalpot yang terlalu panas. Situasi ini disebabkan sebab peningkatan temperatur kompresi, pemanasan motor, tekanan kondensasi yang terlampau tinggi dan lainnya.
    Ilustrasi lebih terang mengenai knalpot terlalu panas cuma dapat dikenal saat teknisi memeriksa dan mencari tahu akar permasalahannya. Pembetulan yang tak pada tempatnya justru membikin knalpot chiller kian bermasalah yang juga berakibat kepada operasional chiller.
  4. Stroke Cair
    Apa yang patut Anda lakukan untuk menghindari stroke cair? Betapa bagusnya sekiranya Anda menentukan temperatur inhalasi berada dalam ambang batas normal. Tak terlalu besar tetapi juga tak kecil.
    Namun hindari juga derajat temperatur inhalasi yang lebih rendah dari temperatur penguapan. Atur suhunya sekitar 5-10 derajat Celsius lebih tinggi dari temperatur penguapan. Supaya lebih gampang, meminta saja jasa pemasangan chiller untuk membatasi temperatur saat mereka selesai instalasi perangkatnya.
  5. Rendahnya Temperatur Gas Membuang Chiller
    Dan keadaan sulit awam yang juga acap kali dihadapi oleh jasa maintenance chiller merupakan rendahnya temperatur gas membuang perangkat. Selain ini disebabkan sebab aliran refrigeran tak berjalan dengan lancar melainkan stop di cara pendingin.
    Persoalan itu, rendahnya temperatur gas membuang chiller juga disebabkan sebab penyumbatan katup ekspansi. Di mana debu atau kotoran tak dibersihkan secara optimal dan terencana .
    Itulah sebagian dilema yang acap kali dihadapi pengguna chiller. Meminta hal yang demikian masih dapat dituntaskan saat Anda mengunjungi teknisi berpengalaman.
    Sampai teknisi atau jasa service untuk merawat chiller Anda dengan total. tak ada kerusakan atau dilema lainnya yang ditemukan sesudah perangkat di bawa pulang. Kerusakan AC chiller industri tak cuma merugikan Anda tetapi juga perusahaan yang Anda jalankan, karenanya rawatlah perangkat pendingin dengan bagus.

Sumber: acwahana.com